ItemPutih

September 15, 2007

Bahasa Jawa

Filed under: Percobaan

Bahasa Jawa adalah bahasa pertuturan yang digunakan penduduk suku bangsa Jawa terutama di beberapa bagian Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah & Jawa Timur di Indonesia. Bahasa Jawa terbagi menjadi dua yaitu Ngoko dan Kromo. Ngoko sendiri dalam perkembangannya secara tidak langsung terbagi-bagi lagi menjadi ngoko kasar dan ngoko halus ( campuran ngoko dan kromo ). Selanjutnya Krama itu terbagi lagi menjadi Krama, Krama Madya, Krama Inggil ( Krama Halus ). Krama Madya inipun agak berbeda antara Krama yang dipergunakan dikota / Sala dengan Krama yang dipergunakan di pinggiran / desa. Sedangkan Krama Haluspun berbeda antara Krama Halus/Inggil yang dipergunakan oleh kalangan Kraton dengan kalangan rakyat biasa. Bahasa Jawa dianggarkan digunakan sekitar dua per tiga penduduk pulau Jawa. Bahasa jawa ini memiliki aksara-nya sendiri, yang dikembangkan dari huruf Pallava, dan juga huruf Pegon yang diubahsuai dari huruf Arab. Penduduk Jawa yang berhijrah ke Malaysia turut membawa bahasa dan kebudayaan Jawa ke Malaysia, sehinggakan terdapat kawasan penempatan mereka dikenali sebagai kampung Jawa, padang Jawa.

Loghat dalam Bahasa Jawa terbagi menjadi dua kategori:
1. Loghat Sosial
2. Logat Daerah

Loghat dalam Bahasa Jawa menurut kelas sosial:
1. Ngoko
2. Ngoko Andhap
3. Madhya
4. Madhyantara
5. Kromo
6. Kromo Inggil
7. Bagongan
8. Kedhaton

Kedua loghat terakhir digunakan di kalangan keluarga Kraton dan sulit dipahami oleh orang Jawa kebanyakan.

Perbedaan perkataan menurut loghat sosial dalam Bahasa Jawa boleh difahami melalui contoh berikut: Bahasa Indonesia: "Maaf, saya mau tanya rumah kak Budi itu, di mana?"

1. Ngoko kasar: “Eh, aku arep takon, omahé Budi kuwi, nèng*ndi?’
2. Ngoko alus: “Aku nyuwun pirsa, dalemé mas Budi kuwi, nèng endi?”
3. Ngoko meninggikan diri sendiri: “Aku kersa ndangu, omahé mas Budi kuwi, nèng ndi?”
4. Madya: “Nuwun sèwu, kula ajeng tanglet, griyané mas Budi niku, teng pundi?”
5. Madya alus: “Nuwun sèwu, kula ajeng tanglet, dalemé mas Budi niku, teng pundi?”
6. Krama andhap: “Nuwun sèwu, dalem badhé nyuwun pirsa, dalemipun mas Budi punika, wonten pundi?”
7. Krama: “Nuwun sewu, kula badhé takèn, griyanipun mas Budi punika, wonten pundi?”
8. Krama inggil: “Nuwun sewu, kula badhe nyuwun pirsa, dalemipun mas Budi punika, wonten pundi?”

Berdasarkan daerah, loghat dari Bahasa Jawa adalah sebagai berikut:

Kelompok Bahasa Jawa Bagian Barat :
1. Loghat Banten
2. Loghat Indramayu-Cirebo
3. Loghat Tegal
4. Loghat Banyumasan
5. Loghat Bumiayu (peralihan Tegal dan Banyumas)

Kelompok pertama di atas sering disebut bahasa Jawa ngapak-ngapak.

Kelompok Bahasa Jawa Bagian Tengah :
1. Loghat Pekalongan
2. Loghat Kedu
3. Loghat Bagelen
4. Loghat Semarang
5. Loghat Pantai Utara Timur (Jepara, Rembang, Demak, Kudus, Pati)
6. Loghat Blora
7. Loghat Surakarta
8. Loghat Yogyakarta Kelompok kedua di atas sering disebut Bahasa Jawa Standar, khususnya Loghat Surakarta dan Yogyakarta.

Kelompok Bahasa Jawa Bagian Timur :
1. Loghat Madiun
2. Loghat Pantura Jawa Timur (Tuban, Bojonegoro)
3. Loghat Surabaya
4. Loghat Malang
5. Loghat Tengger
6. Loghat Banyuwangi (atau disebut Bahasa Osing)

 

Dikutip dari : http://ms.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main